×

Seluma Seribu Jalan Mulus Dinilai Sulit Terealisasi, Erwin: tidak ada yang tidak mungkin kalau niatnya untuk rakyat

Erwin Octavian

GARUDA DAILY – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Seluma Nomor Urut 3 Erwin Octavian dan Gustianto (Erwin-Yayan) terus mensosialisasikan program-program prioritasnya kepada masyarakat. Salah satunya adalah “Seluma Seribu Jalan Mulus”. Program ini termasuk yang paling direspon dan disambut antusias masyarakat. Wajar saja, mengingat banyaknya akses jalan yang rusak hampir di seluruh desa dan kelurahan.

Erwin mengatakan, jalan merupakan tulang punggung roda perekonomian masyarakat, terutama yang tinggal di desa-desa. Jalan mulus, menurut pemuda berdarah asli Serawai kelahiran Masmambang 40 tahun silam ini, merupakan solusi yang paling tepat untuk memecahkan persoalan-persoalan mendasar lainnya yang ada di pedesaan.

“Hampir setiap desa yang saya kunjungi kondisi jalannya banyak yang rusak, ini memprihatinkan. Di sisi lain, mayoritas adik sanak di pedesaan banyak yang berkebun sawit, karet, kopi, ada juga yang bersawah. Nah, jalan rusak menjadi masalah bagi mereka saat ingin menjual hasil kebunnya keluar desa. Jalan rusak ternyata mempengaruhi nilai jual hasil panennya. Contoh, jika di daerah Sukaraja dan sekitarnya harga sawit bisa di atas 1.200 perkilogram, sedangkan di daerah Ulu Talo dan Ulu Alas harga sawit ini sangat rendah, di bawah 1.000 perkilogram, bahkan ada yang hanya dihargai Rp 700 perkilogram. Mengapa demikian? Jalan rusak salah satu penyebabnya. Jalan rusak menambah beban biaya operasional jasa angkutan buah sawit, sebagai perimbangannya, toke pun menurunkan level harga beli buah sawit dari warga,” beber Erwin.

Jalan rusak, lanjutnya, juga berdampak pada pelayanan dasar lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan. Banyak contoh puskesmas dan sekolahan di desa yang “sepi” tenaga medis dan tenaga pengajar. Hal ini, salah satunya, juga disebabkan oleh buruknya akses jalan masuk menuju desa tersebut. Asumsinya, jalan rusak ini mengendurkan semangat untuk datang ke desa.

“Kondisi ini harus segera diakhiri. Salah satu solusinya adalah memuluskan akses jalan di desa tersebut,” tegas Erwin.

Kendati demikian, tak sedikit pertanyaan kritis dialamatkan kepada Erwin-Yayan tentang kemungkinan merealisasikan program “Seluma Seribu Jalan Mulus”, mengingat postur APBD Seluma yang tergolong kecil dan dianggap tidak akan mampu untuk merealisasikan program tersebut. Hal itu ditanggapi santai oleh Erwin, menurutnya, tidak ada yang tidak mungkin jika memang ada kemauan untuk mewujudkannya.

“Kuncinya, menurut saya, jika ada kemauan maka pasti ada jalan. Kemauan kuat pemimpin untuk mensejahterakan rakyatnya. Jika sudah demikian, InsyaAllah akan ada solusi mewujudkannya. Benar, bahwa postur APBD Kabupaten Seluma belum bisa dikatakan besar, akan tetapi jika pihak eksekutif dan legislatif punya keinginan kuat dan mau kompak maka dengan APBD yang ada pasti bisa diwujudkan. Saya bersama rekan-rekan, sudah mencoba membuat simulasinya dengan postur APBD Seluma yang ada. Ternyata bisa. Formulasinya sederhana, yakni rasionalisasi anggaran yang berbasis pada prinsip efisiensi dan efektifitas penggunaan anggaran. Simpelnya, metode penghematan anggaran agar dapat dialokasikan dan diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM di Kabupaten Seluma,” jelasnya.

Putra sulung dari empat bersaudara itu meyakini, jika nanti dia dan Gustianto diberi mandat oleh rakyat, program “Seluma Seribu Jalan Mulus” akan diwujudkan. Karena untuk mengubah Seluma menjadi lebih maju dan modern, maka harus ada gebrakan yang inovatif, tidak bisa dengan biasa-biasa saja.

“Saya dan Gustianto meyakini program Seribu Jalan Mulus dapat terwujud. Ini benar-benar kebutuhan rakyat yang ingin melihat dan merasakan jalan di desanya mulus dan bagus. Ada banyak harapan yang InsyaAllah dapat terwujud juga nantinya, jika jalan-jalan di setiap desa sudah mulus. Contoh, harga-harga komoditas sawit, karet, dan kopi bisa semakin kompetititif. Akses pelayanan kesehatan dan pendidikan pun tak lagi terhambat. Kami yakin, bahwa Seluma memang butuh gebrakan yang kreatif dan inovatif,” demikian Erwin. (AY)

Baca Lainnya
Loading...
Composite End

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *