NEWS - 12 Juli 2021

Oknum Pejabat Dinas Pendidikan Seluma Lecehkan Guru SMP, Maksa Mau Peluk dan Cium, Ngajak ke Jakarta dan Nyanyi Berdua

GARUDA DAILY – Oknum pejabat di Dinas Pendidikan Seluma diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap salah seorang guru SMP yang bertugas di Kabupaten Seluma. Oknum tersebut pernah memaksa mau peluk dan cium, juga pernah ajak korban ke Jakarta.

Diceritakan korban, pada 2 Juli 2021 lalu ia bersama rekan-rekannya menghadap terkait urusan kedinasan.

“Saat itu saya dipanggil untuk urusan dinas dan saya masuk ke ruangan dia bersama lima orang rekan saya. Tiga orang perempuan dan dua orang laki-laki. Kami mendapat arahan tentang kegiatan,” tuturnya Minggu, 11 Juli 2021.

Dugaan pelecehan itu terjadi saat ia akan meninggalkan ruangan. Saat kesemua rekannya sudah keluar, terduga justru bilang mau cium dirinya, namun ditolak.

“Pas dia bilang saya mau cium kamu, saya bilang saya enggak mau pak. Saya berdiri, saya berlari tapi dia hadang, karena saya terhalang kursi, lalu saya muter keliling meja tamu dia, dan dia hadang saya lagi. Dia berusaha memeluk saya, saya nunduk dan saya dorong, dan saya tendang meja kaca di ruang tamu dia, sehingga dia terjatuh, saya lari keluar pintu,” ungkapnya.

Setelah berhasil keluar, korban langsung menangis, ia mengaku takut dan badannya gemetaran.

“Setelah berhasil keluar, sesampainya di depan pintu itu banyak staf. Salah satu staf saat itu manggil saya, bu katanya, ada apa bu saya bilang, akhirnya saya temui staf itu saya peluk staf itu terus masuk ke bidang. Saya temui dan saya nangis bersama staf itu di situ (ruang bidang). Karena saya merasa emosi jadi saya hanya nangis dengan staf tersebut, karena apa yang sudah dilakukan itu di luar perkiraan saya, sangat menakutkan membuat saya gemeteran,” ujarnya.

Tak hanya itu, sebelumnya oknum pejabat tersebut juga pernah diduga melakukan pelecehan verbal terhadap korban, yang pertama pada tahun 2020, yang kedua pada Mei 2021 di Balai Adat Seluma.

“Dia pernah bilang dia ngajak ayo ke Jakarta, gampang kok nanti tinggal sama orang rumah, nanti saya bikinkan surat, gampang di Jakarta itu enggak pakai rapid tes hanya di bandara saja. Maaf pak saya tidak mau saya bilang begitu, saya bisa ke Jakarta sendiri saya bilang begitu. Nah dia berusaha, ayo bu nyanyi atau kita berdua saja nyanyi gimana. Saat itu kawan saya juga mendengar perkataan yang tidak etis diucapkan seorang pejabat seperti dia itu. Jadi saya merasa tidak nyaman kalau harus berdiskusi atau ngobrol dengan dia,” bebernya.

Lantaran tindakan oknum sudah di luar kewajaran, ia sudah menceritakan hal ini kepada pihak keluarga dan berencana membuat laporan ke pihak berwajib. Termasuk meminta perlindungan kepegawaian tempatnya bekerja.

“Saya sudah diskusi dengan keluarga juga, saya akan melapor ke yang berwajib maupun minta perlindungan kepegawaian di tempat saya bekerja,” pungkasnya.

Sementara itu, media ini masih berupaya meminta klarifikasi langsung ke oknum pejabat tersebut terkait dugaan pelecehan seksual itu.

Penulis: Yedi Kustanto

BACA LAINNYA