×

Dear Dempo, “banyak-banyak belajar sama Teuku”

Pernyataan Dempo Xler yang dinilai provokatif/Facebook

GARUDA DAILY – Pernyataan anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler yang menggunakan narasi “mayat bergelimpangan” untuk mengkritisi langkah Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam konteks penanganan Covid-19 dinilai provokatif. Dempo dipandang tidak memberikan solusi, tapi justru semakin memperkeruh suasana, di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap virus Corona.

Aktivis Muda Bengkulu Kelvin Aldo meminta Politisi PAN tersebut untuk lebih bijak dan arif dalam melontarkan statement. Dirinya memahami posisi Dempo selaku kader PAN, yang harus mendukung setiap langkah Walikota Bengkulu Helmi Hasan, yang juga Ketua DPW Provinsi Bengkulu, namun harus tetap mengedepankan kesantunan dalam berkata-kata.

“Kita paham lah, beliau kader PAN, kadernya Helmi Hasan, kita sangat paham. Mau bagaimana pun juga ketua mereka harus didukung, tapi tidak begitu juga, yang ada statement itu malah bikin gaduh, jauh dari kata sejuk,” kata Kelvin.

Lebih lanjut, ia menyarankan Dempo untuk lebih banyak belajar dengan koleganya sesama PAN, yakni Plt Ketua DPD PAN Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain, yang lebih taktis dalam menterjemahkan instruksi Helmi Hasan. Kemudian mengimplementasikannya dengan tindakan konkrit.

“Dia (Teuku) bersama kader PAN lainnya buka Posko Covid-19, posko pengaduan bagi warga yang tidak mendapatkan keringanan cicilan, bentuk tim advokasi, bagi-bagi masker, semprot disinfektan, juga telah mengkalkulasikan perhitungan pergeseran anggaran untuk penanganan Corona lewat fraksinya di DPRD Kota Bengkulu, bahkan menelusuri keberadaan warga yang benar-benar terdampak, dan langkah-langkah konkrit lain dalam mengawal instruksi walikota,” bebernya.

Diakui aktivis yang aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini, pada prinsipnya ia sepakat karantina wilayah diberlakukan. Namun juga harus memperhatikan aspek-aspek lain, khususnya faktor ekonomi masyarakat kecil dan kebutuhan pokoknya. Dan ketika memang karantina wilayah ini diberlakukan, harus menjadi keputusan bersama pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Baca juga Samsu ke Dempo: tidak ada pemimpin yang ingin rakyatnya mati

“Jadi saya sarankan, lebih baik Dempo fokus terhadap kapasitasnya sebagai legislator, ketika memang menurut dia karantina wilayah adalah satu-satunya solusi, mari diperjuangkan bersama, suarakan aspirasi itu ke pusat. Bukannya pusat saat ini sedang menyiapkan PP Karantina Wilayah, mari kawal itu, desak pusat segera memberlakukannya,” tukasnya.

“Kemudian informasinya gubernur sudah mewacanakan melakukan pergeseran anggaran 15 miliar untuk penanganan Corona. Ada baiknya itu yang disikapi Dempo, hitung baik-baik, kalkulasikan kebutuhan apa saja yang dibutuhkan, jika kurang bangun kekuatan di legislatif agar itu ditambah, bicarakan dengan eksekutif, dan kawal realisasinya agar tidak salah sasaran,” sambung Kelvin.

“Saya pikir demikian yang harus dilakukan, kalau pun ada yang tidak konkrit dilakukan gubernur dan pemprov, harusnya dibicarakan, disampaikan, beginilah loh yang harus dilakukan. Hemat saya, melawan Corona harus dengan kebersamaan, bukan itu salah ini yang benar,” pungkasnya. (Red)

Composite Start
Baca Lainnya
Loading...
Composite End

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *