×

Kenapa Masjid At Taqwa Dipolice Line dan Bank Bengkulu Tidak? ini Rasionalisasinya

Masjid At Taqwa Kota Bengkulu dan Kantor Pusat Bank Bengkulu/net

GARUDA DAILY – Di Provinsi Bengkulu sudah ada dua kasus positif Corona Virus Disease (Covid-19). Pada prinsipnya semuanya ditangani sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun terdapat sedikit perbedaan pada dua kasus ini yang kemudian disikapi juga secara berbeda. Yakni dipasangnya garis polisi (Police Line) di Masjid At Taqwa, tapi tidak di Bank Bengkulu. Kenapa?

Sebelumnya diingatkan bahwa Provinsi Bengkulu sudah keluar dari zona hijau menjadi zona merah, begitu juga dengan status penanganan Corona, dari siaga menjadi darurat. Setelah ditemukannya kasus positif pertama yang diderita oleh seorang pasien asal Lampung, yang diketahui merupakan bagian dari Jamaah Tabligh. Lalu pada kasus kedua positif Corona, yang kali ini diderita seorang karyawan Bank Bengkulu.

Lantas kenapa Masjid At Taqwa dipolice line? Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjelaskan, kesimpulan Masjid At Taqwa dipasang garis polisi merupakan keputusan bersama setelah dilakukan pembahasan dengan Kapolda Bengkulu dan unsur Forum Komunikasi Kepala Daerah lainnya, sebelum konferensi pers dimulai.

“Karena yang bersangkutan ini berdasarkan pengakuannya sempat dua minggu bermalam dan berinteraksi dengan jemaah dan lingkungan secara massif. Tidak ada sekat-sekat, tidak ada batas-batas ke tempat wudu, ke tempat masak, ke tempat salat, ke tempat mihrab. Pasti merata itu,” jelasnya.

“Maka kesimpulan kita, untuk mengamankan jemaah yang di dalam dan mengamankan masyarakat yang di luar agar tidak keluar masuk lagi, maka dipolice line. Jadi pertimbangannya itu pengamanan, karena yang bersangkutan berinteraksi massif,” sambung Rohidin.

Termasuk menjelaskan secara detail alur perjalanan pasien tersebut dimulai dari keberangkatannya dan selama di Kota Bengkulu. Supaya mudah menelusuri siapa saja yang pernah berinteraksi dengannya, agar kemudian langsung dilokalisir.

“Setiap data yang kita minta, seperti ada perdebatan terkait penumpang bus Putra Rafflesia atau bukan, itu juga waktu kita menerima pasien dari rumah sakit kota, data rekam medik, termasuk alamat, asal dan sebagainya, itu jelas sekali, bahwa yang bersangkutan waktu itu masih bisa ditanya oleh tim medis,”

“Dia yang menjelaskan bahwa dia naik Putra Rafflesia, dengan temannya berapa orang. Kalau kemudian pihak Putra Rafflesia menyampaikan data yang berbeda, itu silahkan saja dibuktikan di lapangan. Tujuan kita adalah ingin menyelamatkan masyarakat kita. Itu berdasarkan pengakuan almarhum yang dirujuk ke Rumah Sakit M Yunus,” tuturnya.

Sementara pada kasus kedua, Bank Bengkulu tidak dipasang garis polisi karena pasien sudah melakukan isolasi mandiri sejak dua minggu yang lalu. Dan tidak masuk kantor lagi, pasien hanya satu kali masuk kantor, itu sehari setelah kepulangannya dari Jakarta. Tidak banyak interaksi yang dilakukan pasien, khususnya di kantor Bank Bengkulu. Tracking dan penelusuran hanya dilakukan kepada orang-orang yang berinteraksi pada satu hari itu saja. Selain itu Bank Bengkulu juga bukan tempat umum seperti Masjid At Taqwa.

Baca juga Satu Lagi Kasus Positif Covid-19 di Bengkulu

“Hal ini sekali lagi langkah-langkah pengamanan yang kita butuhkan bersama seluruh tim. Ya Gugus Tugas Covid-19 Bengkulu agar segera memutus mata rantai dari lapis kedua orang yang berinteraksi, lapis pertama orang yang berinteraksi, ini semua harus dilokalisir dan kita periksa. Kalau ternyata mereka ada yang positif segera kita tangani. Kalau semuanya negatif, Alhamdulillah, berarti semua aman,” ujar Rohidin.

Poinnya yang kemudian menjadi pembeda adalah pada kasus pertama pasien selama lebih dua minggu berada di Masjid At Taqwa, dan banyak interaksi yang dilakukan. Sementara pada kasus kedua, pasien langsung mengisolasi diri secara mandiri selama dua minggu, hanya sekali pasien ke kantor, dan itu sehari setelah kepulangannya dari Jakarta. (Red)

Baca juga Pernah Salat Bareng Pasien Positif Corona, Warga Talo Lapor Posko Covid-19

Composite Start
Baca Lainnya
Loading...
Composite End

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *