×

Cerita Warga Ulu Talo ke Erwin Octavian: kami lum pernah nyicip jalan aspal

Balon Bupati Seluma Erwin Octavian saat bersilaturahmi ke Ulu Talo

GARUDA DAILY – Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Seluma Erwin Octavian dan Gustianto (Erwin-Yayan) terus berkeliling Kabupaten Seluma guna bersilaturahmi dengan warga sekaligus melihat langsung persoalan yang ada di daerah tersebut.

Pada Rabu, 16 September 2020, Erwin menghabiskan waktunya seharian untuk berinteraksi dengan warga dan sanak famili yang ada di daerah Ulu Talo. Saat memasuki daerah tersebut, hanya satu hal yang dirasakan oleh Erwin yakni: menyedihkan!

Putra asli Talo itu terenyuh melihat kondisi jalan yang memprihatinkan di hampir seluruh kawasan Ulu Talo.

“Ini sangat menyedihkan. Sungguh menyayat hati. Coba bayangkan, betapa sulitnya warga di sini jika ingin bergegas ke rumah sakit seandainya ada sanak keluarganya yang sakit parah. Kemudian betapa repotnya proses hilirisasi dan distribusi hasil panen dibawa keluar Ulu Talo,” ucap Erwin saat singgah di salah satu rumah warga di Desa Mekar Jaya.

Tak berlebihan jika Erwin berkata begitu, karena memang faktanya demikian. Ibarat gayung bersambut, program prioritas “Seluma Seribu Jalan Mulus” yang dicanangkan Erwin sangat berkesesuaian dengan kondisi yang ada. Solutif dan tepat sasaran!

“Pak Erwin, puluhan tahun kami lum pernah nyicip jalan aspal. Lukmano asoyo bejalan di pucuak aspal di desa ni, kami nido keruan. Amo takdir pak erwin nyadi bupati kelo, cuma itula yang mintak pak. Tulung aspal jalan kami,” ucap Tariyah.

Perkataan Tariyah pun disambut oleh yang lain.

“Tapi jangan cuma janji-janji bae pak. Seandainyo nasib baik pak Erwin dan pak Yayan kelo jadi bupati dan wakil bupati, tulung nian diwujudkan pak. Selain jalan, tulung alapkah pulo fasilitas kesehatan dan pendidikan di bada kami pak,” ucap Siti dan Erma bergantian.

Sementara itu, seorang warga lainnya bernama Nanang juga mengeluhkan sulitnya jaringan telekomunikasi di Ulu Talo. Menurutnya, ini penting untuk segera diatasi. Mengingat pentingnya akses jaringan telekomunikasi untuk mendapat informasi yang cepat.

“Di sini, sinyal HP sulit sekali pak. Cuma ada di tempat tertentu. Itu juga kadang-kadang hilang timbul. Sinyal internet apalagi, tambah sulit pak. Kalau memang program Seluma Desa Maju yang bapak buat bisa direalisasikan, kami mohon pak, agar program itu juga bisa mengatasi masalah ini. Sulit sekali mau berkabar dengan keluarga atau kawan di luar sana,” ungkap Nanang.

Tertegun, Erwin terus menyimak curhatan warga kepadanya.

“Bapak, ibu, adik, dan rekan sekalian. Seandainya saya diamanahkan oleh kalian dan seluruh warga Seluma nantinya untuk memimpin daerah yang kita cintai ini, mudah-mudahan bisa kita wujudkan dan kita perjuangkan sama-sama. Kita beriuang untuk memajukan daerah ini mengejar ketertinggalannya dari daerah lain yang sudah lebih maju. Persoalan yang disampaikan tadi, saya temui juga di hampir seluruh daerah lainnya di Seluma,” jelas Erwin.

“Ini komitmen saya. Tidak main-main saya mundur sebagai PNS untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Seluma ini. Tujuan saya ingin mengabdikan diri pada tanah kelahiran ini pun tidak main-main. Ratusan kilometer akses jalan di Seluma ini dalam kondisi rusak. Bicara tentang sinyal, Seluma memang banyak sekali tempat yang blankspot alias tidak dapat sinyal HP dan internet. Belum lagi persoalan lainnya. Ini semua menjadi bahan pemikiran kita bersama, khususnya saya secara pribadi. Mudah-mudahan program prioritas yang saya usung bersama pak Gustianto (Yayan) nantinya benar-benar bisa menjawab seluruh persoalan yang ada,” paparnya.

Dari Desa Mekar Jaya, Erwin dan rombongannya pun melanjutkan perjalanan ke desa-desa lainnya di Ulu Talo seperti Simpur Ijang, Pagarbanyu, Air Keruh, dan lainnya. Persoalan yang dikeluhkan warga di tiap desa pun sama. Akses jalan, akses jaringan telekomunikasi, perekonomian, kesehatan, dan pendidikan.

Jalan menuju pulang pun semakin menguatkan batin Erwin untuk mewujudkan Seluma Seribu Jalan Mulus. Tepat di Tebing Durian, salah satu mobil rombongan Erwin terjebak di patahan aspal dan licinnya koral bercampur lumpur. Jalan keluar menuju jalan poros yang seharusnya cukup 20 menit menjadi lebih dari 2 jam lamanya.

“Aspal hotmix tula lagi solusi’o sini. Nido ka lain. Mudah-mudah niat kito ni diridhoi dan diijabah oleh yang Maha Kuaso,” gumam Erwin pada anggota rombongannya. (AY)

Baca Lainnya
Loading...
Composite End

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *