PILKADA 2020 - 28 November 2020

Bukan karena Gaji atau Fasilitas, Helmi Nyalon Gubernur untuk Kemuliaan Dunia dan Akhirat

Helmi Hasan dan istri

GARUDA DAILY – “Tolong yang di bumi maka yang di langit akan menolongmu. Cintai yang di bumi maka yang di langit akan mencintaimu. Sayangi yang di bumi maka yang di langit akan menyayangimu” kalimat tersebut harusnya menjadi modal bagi pemimpin, pemerintah, dan aparatur pemerintah dalam bekerja melayani masyarakat dan meningkatkan pelayanan publik.

“Maka melayanilah bukan karena kita sudah dapat gaji, bukan karena kepangkatan di pundak kita, bukan ada seragam di badan kita, tetapi karena kita ingin mendapatkan kemuliaan dunia dan akhirat,” kata Helmi.

Sebab jika itu menjadi tujuan, maka seorang pemimpin tidak akan pernah lelah dalam melayani masyarakat. Helmi pun menegaskan, masyarakat tidak butuh dengan wajah pemimpin, tapi yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang mampu menjawab persoalan, memberikan solusi terhadap suatu permasalahan.

“Walaupun kita terbang jauh sebagai gubernur tetapi bagi masyarakat adalah masalah mereka-mereka segera mendapatkan solusi dari pemimpinnya. Masyarakat bukan rindu dengan wajah gubernurnya tetapi masyarakat rindu ketika mereka punya masalah maka masalah itu segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Bersama Muslihan Diding Soetrisno, Helmi berkomitmen menjadi pemimpin yang mampu menyelesaikan problem masyarakat. Bukan pemimpin yang hadir di tengah-tengah masyarakat namun tak memberikan solusi. Lewat 20 Kunci Bahagianya, setiap desa akan diberikan ambulans, sebab ambulans dibutuhkan masyarakat.

Dengan APBD untuk Rakyat, Helmi-Muslihan akan mengalokasikan APBD Provinsi Bengkulu juga ke desa-desa melalui pemerintah desa. Begitu juga program-program lainnya yang dicanangkan, Helmi ia yakinkan akan terwujud kembali seperti yang ia wujudkan di Kota Bengkulu.

Tapi bagi Helmi, APBD untuk Rakyat dan 20 Kunci Bahagia ala Helmi-Muslihan hanya akan terwujud ketika Allah rida.

“Helmi Hasan ataupun Muslihan bukan orang hebat, tidak, Helmi Hasan-Muslihan manusia biasa. Jangankan mewujudkan semua itu, menahan jenggot tidak berubah menjadi putih saja tidak bisa, oleh karena itu hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang bisa menolongnya agar program APBD untuk rakyat bisa terwujud,”

Karenanya ia mengajak paslon, tim, penyelenggara pilkada, dan masyarakat untuk kembali meluruskan niat, bahwa pilkada bukanlah ajang untuk memperebutkan kekuasaan, tapi momentum untuk meraih rida Allah.

Penulis: Doni S

BACA LAINNYA