×

Pejabat DL, Promosikan Produk Lokal Bengkulu

Wahyu Manuma Utama

GARUDA DAILY – Kurang tumbuhnya geliat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bengkulu disebabkan banyak faktor, internal maupun eksternal. Faktor internal, seperti persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM), kemampuan manajerial, terbatasnya modal dan problem menembus pangsa pasar. Sedang faktor eksternal antara lain, ‘menjamurnya’ ritel waralaba yang mulai menggarap pasar UMKM dan derasnya pertumbuhan era globalisasi yang berbasis internet.

Pengusaha Muda Wahyu Manuma Utama saat dimintai tanggapan mengenai hal itu mengatakan perlu pembangunan sistem pemasaran UMKM yang lebih tertata rapi. Kemudian mendorong pelaku UMKM untuk jualan online, beralih menjadikan internet sebagai pasar baru.

“Saya sepakatnya UMKM Bengkulu bagusnya diarahkan untuk juga memasarkan produknya lewat online,” kata Wahyu.

Baca Terinspirasi Sosok Helmi Hasan, Pengusaha Muda ini Maju Bersama PAN

Terkait ritel waralaba yang makin menjamur, lanjut pria yang populer disapa WMU itu menilai, harusnya diimbangi dengan turut membantu pemasaran produk-produk lokal. Bahkan lebih baik ada semacam perjanjian kerjasama dengan pelaku UMKM dalam hal pemasaran produk, yang difasilitasi pemerintah.

“Harusnya dengan banyak dibukanya Indomaret maupun Alfamart dapat turut memasarkan produk lokal, seperti kopi, kue tat dan lainnya, jangan hanya menjual produk-produk luar saja. Saya pikir pemerintah bisa mendorong, memfasilitasi hal tersebut,” ujar WMU.

Baca “Mengantisipasi Golput” WMU Lakukan Political Canvasser

Lebih lanjut, WMU mengapresiasi program Digitalisasi 200 UMKM Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Namun menurutnya, pemkot melalui instansi terkait dapat lebih menggali lagi kemudian memahami apa yang menjadi persoalan dasar bagi pelaku usaha.

Karena berdasarkan hasil door to door dan face to face dirinya beberapa bulan terakhir, packaging (kemasan), distribusi dan presentasi saat ini masih menjadi kendala mendasar, di samping SDM yang dimiliki pelaku UMKM, sebelum terjun ke pasar baru (jualan online).

“Kalau masalah packaging itukan masalah mesin dan sumber daya, kita bisa membuat packaging dengan bagus agar layak masuk, agar UMKM bengkulu bisa semakin berkembang, nantikan kita bisa data, setelah kita turun ke lapangan dan kita dalami pada dasarnya salah satu masalah UMKM yaitu masalah distribusi, jadi ke depan kita bisa support agar bisa masuk ke segmen pasar yang lebih bagus seperti online,” tutur WMU.

Baca WMU: Caleg Harus Realistis, Jangan Berasa Calon Kepala Daerah

WMU punya harapan besar lewat Program Digitalisasi 200 UMKM, dengan mulai menata UMKM sedemikian rupa. Pemerintah harus mensupport pelaku UMKM mulai dari penataan website, proses distribusi, promosi dan mencari pasar di luar Bengkulu.

“Contohnya rendang saja bisa masuk dalam kategori barang yang dijual di online, berkaca dari itu jika ada website yang dikelola bersama Pemkot Bengkulu itu bisa membuat UMKM kita berkembang,” kata WMU, yang juga merupakan Caleg DPRD Kota Bengkulu Nomor Urut 6 Dapil I Kecamatan Teluk Segara, Sungai Serut dan Muara Bangkahulu dari PAN.

“Nantikan jika eKsekutif maupun legIslatif yang ke pusat atau ke daerah lain, bisa mempromosikan bahwasanya Bengkulu ada website UMKM yang bisa diakses semua orang dan website itu di bawah naungan Pemerintah Kota Bengkulu. Mempermudah di dalam memasarkan UMKM, diberi user ID nanti UMKM bisa mengeshare sendiri produk-produk lokal yang ingin dipasarkan,” demikian WMU. (Red)

Baca WMU: Pemilu, Momentum Merajut Persatuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *