×

Menyatukan Hati Dalam Satu Nampan Nasi Kebuli

Nasi Kebuli

GARUDA DAILY – Usai Salat Jumat di Masjid At Taqwa, Pemkot Bengkulu menggelar Makan Akbar Nasi Kebuli, Jumat, 16 Agustus 2019. Dalam gelaran yang juga dalam rangka menyambut peringatan HUT Republik Indonesia ke-74 ini, pemkot menyediakan 1.000 nampan nasi kebuli.

Walikota Bengkulu Helmi mengatakan, pemkot menggelar makan akbar nasi kebuli ini untuk menyatukan hati masyarakat. Karena menurutnya, semangat persatuan inilah yang kemudian melepaskan Indonesia dari cengkraman penjajah.

Baca juga Mempertanyakan Izin Helmi ke Luar Negeri

“Penjajah kurang apa? Mereka punya tentara-tentara yang terlatih, punya teknologi teknologi yang canggih, Indonesia tidak punya tentara waktu itu, tidak punya teknologi yang canggih pada waktu itu, tapi kenapa Indonesia merdeka? Itukan muncul pertanyaan, apa yang membuat Indonesia merdeka? Apa yang membuat kita kuat? kebersamaan, persatuan dan kesatuan,” kata Helmi.

“Allah subhanahu wa ta’ala ridho, maka Allah tolong kita, walaupun dengan bambu runcing kita merdeka. Lalu kenapa kita hari ini seolah tertinggal jauh dengan negara seperti Amerika, Cina, Jepang, Korea? Kenapa? Kurang profesor, doktor, teknologi? Bukan. Kurang senjata? Bukan. Melainkan kurangnya persatuan dan kesatuan. Rakyat kurang mendoakan pemimpinnya, pemimpinnya kurang mencintai rakyatnya, maka solusinya adalah kita ajak mereka makan-makan, karena makan-makan ini menyatukan hati, menghilangkan prasangka, menghilangkan iri dan dengki,” sambung Helmi.

Baca juga Tanpa Izin ke Luar Negeri, Kepala Daerah Bisa Kena Sanksi

Dengan bersatu, lanjut Helmi, tidak akan ada yang bisa menghalangi bangsa ini, negara ini, menjadi bangsa yang besar, menjadi negara yang besar. Oleh sebab itu, Helmi mengajak semua pihak untuk merajut persatuan dan kesatuan.

“Perbedaan jangan kita jadikan momentum untuk saling hajar menghajar, saling jegal menjegal, saling khianat menghianati, jangan. Kenapa kita adakan makan-makan ini dalam satu nampan, karena dengan makan-makan ini Allah satukan hati kita, banyak yang satu ranjang tapi tidak satu hati, satu partai tapi tidak satu hati, satu bangsa tapi tidak satu hati,” demikian Helmi.

Penulis: Kevin Aldo

Composite Start
Loading...
Composite End

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *