×

Lahan Kompensasi ke Masyarakat era Murman Effendi Diverifikasi

Eks Bupati Seluma Murman Effendi

GARUDA DAILY – Pemkab Seluma melakukan verifikasi terkait aset milik Pemkab Seluma yang dikompensasi kepada masyarakat oleh mantan Bupati Seluma Murman Effendi pada masa kepemimpinannya. Aset tersebut berupa lahan seluas 22 hektare, yang dikompensasi kepada masyarakat terkait pembebasan lahan pembangunan jalan dan bangunan.

“Kompensasi lahan oleh mantan bupati masih kita lakukan Verifikasi penertiban administrasi, mana yang sudah diserahkan lagi ke masyarakat mana yang belum,” kata Kabag Administrasi Pemerintahan Setda Seluma Nopetri Elmanto, Senin, 10 Juni 2019.

Dijelaskannya, penertiban aset kompensasi ini mengacu SK lama yang dikeluarkan Murman. Namun bukan dari SKT yang masyarakat miliki, pasalnya di dalam peta dan sketsa yang diterima masyarakat, berkemungkinan terdapat ada dua SK pemilik sehingga terjadi tumpang tindih pemilik.

“Kita lakukan penertiban lahan kompensasi ini berdasarkan SK yang dikeluarkan zaman dulu, bukan berdasarkan SKT masyarakat. Karena menurut SKT yang ada di pemda ini tidak menyebutkan nama pemilik namun menyebutkan luas lahan yang dikompensasi setiap masyarakat yang menerima,” ujar Nopetri.

Disampaikannya, dari lahan kompensasi seluas 22 hektare tersebut, juga akan dilakukan verifikasi jumlah yang administrasinya lengkap dan belum, sehingga nanti bisa diambil alih kembali oleh Pemkab Seluma.

“untuk jumlah sertifikat yang sudah dimiliki masyarakat di lahan pemda tersebut kami masih akan menyurati BPN,” jelas Nopetri.

Baca juga Pasca Idul Fitri, ASN di Seluma Kedapatan Bolos

Sebelumnya, masyarakat penerima kompensasi terkendala pembuatan sertifikat., pasalnya banyak ukuran lahan yang tumpang tindih dan saling klaim. Menurut Nopetri untuk pembuatan sertifikat harus ada tahapan yang harus dilewati di BPN. Sehingga, jika tidak lengkap secara administrasi, misalnya SKT asal tanah, maka BPN tidak berani mengeluarkan sertifikat.

“Kita secara perlahan akan merapikan aset ini, jangan sampai setiap tahunnya menjadi temuan BPK,” pungkasnya.

Penulis: Yedi Kustanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *