Bela Wali Murid “Niat Ungkap Pungli Malah Jadi Terdakwa” Sudisman: pungutan di luar ketentuan itu liar

Posted on 05/12/2018

GARUDA DAILY – Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu Sudisman menegaskan pungutan di luar ketentuan itu liar. Penegasan ini disampaikannya saat menjadi saksi meringankan terdakwa Isdarmi, di Pengadilan Negeri Bengkulu, 3 Desember 2018.

Baca Ironi Hukum, Niat Ungkap Pungli, Wali Murid SDN 7 Kota Bengkulu Justru Jadi Terdakwa

“Saya sendiri sudah menghubungi kepala dinas untuk menghentikan pungutan tersebut dan menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, telaah kami pungutan di SDN 07 itu sudah di luar ketentuan Permendikbud Nomor 75, jadi harus dihentikan,” kata Sudisman menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim, apakah laporan adanya pungutan itu termasuk pungli dan apa yang telah dilakukan DPRD.

“Dari definisi dalam aturan itu harus jelas, batas waktu kapan selesai mungut, jumlah yang sudah ditentukan, kalau pungutan di luar ketentuan dan aturan ya itu liar,” tegasnya.

Baca Sidang Wali Murid “Niat Ungkap Pungli Malah Jadi Terdakwa” Berlanjut ke Saksi Wartawan

Ketua DPC Partai Hanura Kota Bengkulu inipun sangat menyayangkan persoalan ini sampai ke ranah hukum.

“Jika diingat kembali, pasca hearing tersebut kita minta dinas pendidikan menyelesaikan masalah SDN 07 ini, kami terkejut empat bulan kemudian masalah ini masuk ke ranah hukum, malah laporan pencemaran nama baik kepala sekolah pada orang tua murid,” sesal Sudisman.

Baca Sidang Wali Murid “Niat Ungkap Pungli Malah Jadi Terdakwa” Saksi-Saksi keberatan dipungut 5 ribu

Seperti diberitakan sebelumnya, niat baik ungkap dugaan pungutan liar (pungli) di SDN 7 Kota Bengkulu, seorang ibu rumah tangga Isdarmi justru duduk di kursi pesakitan karena diduga melakukan tindakan pencemaran nama baik kepala sekolah. Sebuah ironi hukum.

Bermula dari Isdarmi bersama wali murid lainnya mengadu ke DPRD Kota Bengkulu karena keberatan tentang adanya pungutan yang diduga pungli dan diberitakan sejumlah media massa. Tak terima, Kepala SDN 07 Priyanti melapor ke polisi karena merasa nama baiknya dicemarkan. Dan kini Isdarmi harus menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Bengkulu. [9u3]

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *