×

Kemarau Panjang Pengaruhi Perikanan Budidaya di Kota Bengkulu

Lilisti

Akibat kemarau yang panjang terjadi mempengaruhi Produksi Perikanan Budidaya di Kota Bengkulu, dampak lebih dari 55 hari tidak ada hujan sangat dirasakan oleh pembudidaya ikan di Kota Bengkulu terutama di Kecamatan Selebar yang sebagian besar mengandalkan air hujan dan sumur untuk aktifitas budidaya.

Hampir sebagian besar pembudidaya ikan dan pembenih ikan mengeluh akibat kemarau sulit mendapatkan air untuk proses pembenihan dan pembesaran ikan seperti yang di alami bapak Ibrahim kelompok Mandiri Berkah Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Selebar, lebih dari 700 Kg ikan nila mati karena kekurangan air.

Hal ini juga di alami bapak Suharun 200 kg ikan guraminya mati karena buruknya kondisi lingkungan yang disebabkan kekurangan air. Bahkan sebagian kolamnya tidak bisa diisi air karena sumber airnya berasal dari sumur bor yang pada saat ini juga sudah mengalami penurunan debit air. Hal serupa juga dialami Bapak Basuki yang juga pembudidaya sekaligus pembenih ikan. Dia harus panen paksa 100-an Kg ikan nila akibat kekurangan air.

Bahkan beberapa pembudidaya ikan yang berada di Kelurahan Kandang ada beberapa kolam yang kering dan tidak dapat melakukan aktifitas budidaya. Hal ini sangat mempengaruhi pendapatan yang seharusnya mereka dapatkan seperti pada waktu sebelumnya.

Pada triwulan ini produksi benih lele oleh Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Kota Bengkulu juga mengalami penurunan, sebagian besar produksi benih di UPR menurun karena kurangnya air untuk proses pembenihan.

Para pembudidaya ikan ini mengharapkan hujan akan segera turun agar kolam-kolam ikan dapat terisi air. Sementara itu, jenis ikan yang paling terkena dampak kemarau panjang, yakni Gurame dan Nila sedangkan Lele masih bisa bertahan hidup. Dengan kondisi cuaca seperti ini, produksi dan produktivitas agak terhambat. Dikhawatirkan akan adanya penyakit yang menyerang ikan meskipun bukan penyakit yang berbahaya.

Penyakit yang menyerang ikan-ikan itu disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak ramah terhadap perikanan budidaya dimana cuaca pada siang hari terasa sangat panas sedangkan malam harinya dingin sekali. Fluktuasi suhu tersebut sangat berpengaruh terhadap ikan air tawar atau budidaya perikanan darat di wilayah Kota Bengkulu.

Penulis adalah Lilisti, merupakan Mahasiswa Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSDAL) Universitas Bengkulu, Kasi Teknologi Budidaya Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu dan Reflis Dosen ESDA PSDAL Unib

Composite Start
Loading...
Composite End
Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *